Belajar dari Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia

Belajar dari Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia  -Apa salahnya belajar? mungkin itu pertanyaan bagi mereka yang sedang semangat dalam memperbaiki diri untuk mendapatkan tujuan yang ia inginkan. Kadang ketika kita semangat belajar, kita bingung harus mulai dari mana. Dan seperti apa belajar yang baik. Semua itu proses, yang terpenting jangan pernah berhenti belajar dan menyambut ilmu yang datang pada dirimu.
Mengenai sistem pendidikan yang ada di negeri ini. Belajar dari K13 yang direvisi secara berkala pasti selalu menunjukkan bahwa adanya kekurangan dalam pencapaian target kompetensi. Untuk mencapai target tersebut perlu adanya sebuah sistem yang terstruktur dalam dunia pendidikan. Selain itu siswa dituntut untuk dapat menjalani pendidikan dengan semangat dan mental yang kuat untuk mendapatkan target yang ia inginkan.
Belajar dari negara lain mengenai sistem pendidikan tidak ada salahnya. Meski sistem tersebut belum cocok untuk diimplementasikan di negeri ini namun bicara sistem pasti ada perancangan proses dan tujuan output yang akan dikehendaki. Berikut merupakan beberapa poin penting sistem yang diberlakukan pada Finlandia antara lain:

1. Anak-anak di Finlandia tak diperkenankan masuk sekolah dasar kalau umur mereka belum genap 7 tahun.
2. Guru-guru Finlandia punya sistem lain untuk menilai siswa, bukan dari ujian dan pekerjaan rumah.
3. Tak seperti di Indonesia, di Finlandia, anak tak diukur dari 6 tahun pertama mereka mengenyam bangku pendidikan.
4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yakni ketika mereka berusia 16 tahun.
5. Semua anak, pintar atau tidak, belajar di kelas yang sama.
6. 30 persen anak-anak di Finlandia memperoleh beasiswa selama 9 tahun untuk sekolah.
7. 66 persen anak di Finlandia mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.
8. Tak ada jurang yang terlalu lebar yang membedakan siswa yang terpandai dan paling tertinggal di kelas.
9. Kelas sains di Finlandia diisi maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat praktik dan melakukan penelitian.
10. 93 persen orang Finlandia adalah lulusan sekolah tinggi.
11. 43 persen siswa SMA Finlandia memilih sekolah kejuruan.

Mungkin itu yang bisa saya informasikan. Terima kasih atas waktu yang telah anda berikan kepada kami.

Pembelajaran individual


Pembelajaran Individual 

Pembelajaran Individual
Model Pembelajaran Individual menawarkan solusi terhadap masalah peserta didik yang beraneka ragam tersebut. Pembelajaran individual memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan sendiri tempat, waktu, kapan dirinya merasa siap untuk menempuh ulangan atau ujian. Pembelajaran individual mempunyai beberapa ciri, sebagai berikut :
1.Peserta didik belajar sesuai dengan kecepatannya masing – masing, tidak  pada kelasnya.
2. Peserta didik belajar secara tuntas, karena peserta didik akan ujian jika mereka siap.
3.  Setiap unit yang dipelajari memuat tujuan pembelajaran khusus yang jelas.
4. Keberhasilan peserta didik diukur berdasarkan sistem nilai mutlak. Ia berkompetisi dengan angka bukan dengan temannya.


Pembelajaran yang dilakukan di Rumah Belajar Weka Naila mengedepankan ketuntasan peserta didik dalam belajar, dengan kata lain peserta didik mendapat materi yang tak sama dengan temannya, tergantung pada tingkat ketuntasan penguasaan materi peserta didik.





Metode dalam Mendidik Anak

Metode dalam Mendidik Anak

Metode yang digunakan dalam mendidik anak, diantaranya:
1. Koersif
    Metode ini biasanya digunakan oleh orang tua yang otoriter. Artinya orang tua memegang kendali sepenuhnya atas segala segala hal yang diinginkan dan dilakukan anak. Pola didik ini bertitik tumpu pada "reward and punishment". Pujian akan diberikan pada anak, jika si anak melakukan hal-hal sesuai keinginan orang tua. Sebaliknya, hukuman diberikan jika anak melakukan sesuatu yang melenceng dari kehendak orang tua. Sisi positif dari pola didik ini adalah bahwa anak akan akan cepat tahu dan mengerti mana yang baik, mana yang kurang baik. Sedangkan sisi negatifnya, anak akan mencari perhatian dari lingkungannya. Akibatnya daya kritis si anak menjadi berkurang. Pola berpikirnya terobsesi dari orang tuanya. 
2. Permisif
    Pola didik ini kebalikan dari koersif. Pola didik ini menerapkan kemandirian yang salah dan tidak sesuai dengan kaidah. Dalam pola didik ini, orang tua menyerahkan segala sesuatunya pada anak, karena menganggap si anak mempunyai kebebasan dalam mengekspresikan semuanya agar bisa mandiri. Jika anak melakukan kesalahan, orang tua akan mudah memaklumi dan memaafkan segala halyang diperbuatnya. Pola didik ini biasanya berimbas pada pribadi anak yang cenderung liar dan mencari perhatian ke luar rumah, karena anaktidak merasa diperhatikan oleh orang tuanya.
3. Dialogis
     Pola didik ini adalah yang terbaik. Menyayangi, memanjakan anak, melatih kemandirian, bersikap tegas dan mempunyai batasan tertentu merupakan poin penting dalam pola didik ini.
Orang tua adalah pemegang kendali itu memang benar adanya, namun tetap harus memperhatikan kondisi anak. Bersikap tegas yang kaku tentu akan membuat anak menjadi tertekan dan stress. Mendidik menyesuaikan dengan kondisi emosi dan kecerdasan anak merupakan langkah terbaik dalam mendidik anak (Edward, Caroline, 2009:143-144).



Kegiatan Pembelajaran Inovatif dan Kreatif

Kegiatan Pembelajaran Inovatif dan Kreatif

     Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih kegiatan siswa dalam pembelajaran sebagai berikut:
1. Hendaknya memberikan peluang bagi siswa untuk mencari,mengolah, dan menemukan sendiri pengetahuan , di bawah bimbingan guru atau orang dewasa.
2. Menggunakan pola yang mencerminkan ciri khas dalam pengembangan keterampilan dasar mata pelajaran yang bersangkutan, misalnyaobservasi, penyelidikan, eksperimen, pemecahan masalah, simulasi, wawancara dengan narasumber, pengembangan teknologi, penggunaan peta, foto, dan pemanfaatan kliping.
3. Disesuaikan dengan ragam sumber belajar dan sarana pelajaran yang tersedia.
4. Bervariasi dengan mengkombinasikan antara kegiatan belajar perseorangan, kelompok, dan klasikal.
5. Memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual siswa sepertibakat, kemampuan, minat, latar belakang keluarga, sosial ekonomi, dan budaya, serta masalah khusus yang dihadapi siswa yang bersangkutan (Muhtar, 2008:7).

Berdasarkan pernyataan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran siswa memang harus dibuat secara menarik dan bervariasi sesuai kebutuhan siswa untuk meningkatkan kemajuan siswa. Hal ini juga diharapkan dapat dilakukan di Rumah Belajar Weka Naila. 

Cita-Citaku Harapanku

Cita-Citaku Harapanku

      Pepatah mengatakan " Kejarlah Cita-Citamu Setinggi langit dan Seluas Cakrawala", makna yang sangat dalam bagi pencapaian berdirinya Rumah Belajar Weka Naila. Kata-kata sederhana itulah yang menginspirasi pembentukan Rumah Belajar Weka Naila. 
    Flashback ke jaman SMA, saat itu pada tahun 2006,saat jam kosong sambil menanti waktu pulang,tiga orang anak yang bernama Weny, Fitri, dan Ika sedang berbincang-bincang santai di serambi aula sekolah.
      Seorang anak yang bernama Ika bertanya, " Apakah keinginanmu di masa mendatang?", dan anak yang bernama Fitri langsung menjawab, "Aku ingin membuat masjid. Masjid adalah tempat ibadah, dengan masjid semua orang dapat beribadah."
Kemudian anak yang bernama Ika pun mengungkapkan keinginannya, " Kalau aku ingin membuat sebuah sekolah. dengan sekolah semua anak dapat menimba ilmu."
Dan setelah itu, Ika dan Fitripun bertanya kepada Weny, yang dari tadi masih berpikir apa yang diinginkannya di masa mendatang, dan Weny pun menjawab" Aku ingin membuat sebuah bimbingan belajar. dengan bimbingan belajar anak dapat belajar dengan riang dan gembira." Lambat laun merekapun lulus SMA, dan melalui perjalanan kehidupan masing-masing. 
     Dari sekelumit kisah singkat diatas ada seorang anak yang bermimpi untuk membuat bimbingan belajar. Dewasa ini sudah banyak bimbingan belajar yang berdiri di sepanjang daerah tempat tinggal warga. Oleh karena itu, sang pemimpi pun merubah sedikit mimpinya untuk menjadikan mimpi itu menjadi lebih baik dan nyata, yaitu dengan mendirikan Rumah Belajar Weka Naila. Yakni sebuah Rumah yang memberi kemudahan kepada siapapun untuk belajar, menimba ilmu, memperoleh wawasan dan pengetahuan untuk menjadi insan yang lebih baik. Aamiin.
   

Inovasi Pendidikan

Inovasi Pendidikan

     Pendidikan sebagai proses perolehan pengalaman belajar berguna bagi peserta didik, dengan harapan peserta didik mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. PP nomor 19 tahun 2005 Pasal 13 dinyatakan bahwa kurikulum untk tingkat pendidikan dasar dan menengah atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup perlu memasukkan pendidikan kecakapan hidup, meliputi :kecakapan personal (pribadi), kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional.
   Secara umum pendidikan kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai fitrahnya,yaitu mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi perannya mendatang, Pendidikan kecakapan hidup menurut jenisnya dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu kecakapan hidup generik (generic life skill/GLS)  dan kecakapan hidup spesifik (specific life skill/SLS).
       Inovasi Pendidikan di Negara Maju kini juga mengarah kepada pengembangan kecakapan hidup. Model pembelajaran terpadu (integreted learning) dan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) merupakan model pembelajaran yang mengarah pada pengembangan kecakapan hidup (Blanchard, Unversity of Washington, 2001).Model pendidikan realistic (realistic education) yang kini sedang dikembangkan, juga merupakan upaya mengatur pendidikan sesuai dengan kebutuhan nyata peserta didik, agar hasilnya dapat diterapkan dengan memecahkan dan mengatasi problema hidup yang dihadapi (Effendi, M, 2009:162).
      Demikian halnya dengan sistem pembelajaran yang dikembangkan oleh Rumah Belajar Weka Naila yang menitikberatkan pada kebutuhan peserta didik demi kemajuan dan kesuksesan peserta didik untuk memecahkan masalah yang dihadapi di masa mendatang. Oleh karena itu, tentor diharap tidak hanya menjadi guru atau pengajar namun juga kawan pemberi solusi pada peserta didik.


Menyeimbangkan Kerja Otak Anak

Menyeimbangkan Kerja Otak Anak

Dewasa ini, kurikulum di dunia pendidikan lebih menekankan pada aspek otak kiri. Terbukti dengan pelajaran tertentu, yang lebih menekankan pada otak kiri seperti Matematika, IPA, memiliki jam pelajaran yang lebih banyak daripada mata pelajaran Olahraga (PJOK)dan Seni Budaya dan Prakarya. 
Perlu kita ketahui bahwa menyeimbangkan kerja otak kanan dan kiri merupakan langkah paling efektif untuk mendapatkan kreativitas dan prestasi. Otak kanan dan kiri selalu berusaha untuk seimbang dalam bekerja. Cobalah mengamati anak setiap harinya. Mengapa anak lebih suka bermain game atau membaca komik daripada belajar untuk mempersiapkan ujian sekolah? bermain game dan membaca komik merupakan langkah anak anda dalam menyeimbangkan kerja otaknya. Gambar, warna, dan cerita khayalan adalah kerja otak kanan, sedangkan teks adalah kerja otak kiri (Edward, Carolin, 2009:91-91).
Berdasarkan hal tersebut, Rumah Belajar Weka Nailapun ikut mewujudkan keseimbangan kerja otak kanan dan kiri anak, sehingga dapat mencapai prestasi yang diharapkan dengan optimal. Sehingga kegiatan dalam Rumah Belajar Weka Naila juga disusun tak hanya untuk melatih otak kiri, namun beberapa kali anak juga diberi keleluasaan dalam melatih otak kanannya yaitu dengan permainan game, dan menggambar serta mewarnai.


Tips Mendisiplinkan Anak dalam Belajar

Tips Mendisiplinkan Anak dalam Belajar

Cara untuk mendisiplinkan anak sebagai berikut:
1. Tegas
2. Jangan plin plan
3. Kompromi
4. Beri Bimbingan
5. Beri Peringatan
6. Beri Alasan
7. Jangan Tunda Hukuman
8. Tetap Tenang
9. Bertekuk Lutut
10. Jangan Ceramah
11. Tunjukkan Sikap Positif
12. Bermain Bersama
13. Hindari Rasa Jengkel
14. Jangan Menampar
15. Jangan Menyuap
16. Bersikap Dewasa
17. Hadapi Rengekan
18. Contoh Baik
(Edward, Caroline, 2009:121-129)
Cara-cara yang telah disebutkan diatas memberikan gambaran kepada orang tua bagaimana menerapkan disiplin anak. Komunikasi antara orang tua dan anak sangat penting dilakukan. Di dalam Rumah Belajar Weka Naila inipun, pengajar (tentor) berusaha mendisiplinkan anak sebagaimana cara-cara yang telah disebutkan.


Mengoptimalkan Kecerdasan Anak

Mengoptimalkan Kecerdasan Anak

Memahami makna belajar sering dipersepsikan sebagai tindakan duduk diam di dalam kamar belajar, mendengarkan penjelasan guru, dan membaca textbook.Tentu saja persepsi ini mengandung kesalahan yang fatal, karena justru bisa membuat anak menjadi tertekan, yang mungkin akan berujung pada stress. 
Makna belajar sesungguhnya adalah bagaimana anak menerima informasi dari dunia sekitarnya, dan bagaimana dia memproses dan menggunakan informasi tersebut. Mengingat setiap anak memiliki keunikan tersendiri, dan gaya belajar masing-masing anakpun berbeda.
Gaya belajar anak dipengaruhi oleh faktor bawaan, ada anak yang memiliki fisik kuatdan prima,sehingga memiliki gaya belajar kinestetik. Atau ada anak yang memiliki rasa seni tinggi sehingga gaya belajar visual lebih melekat pada dirinya. 
Selain itu, pola asuh juga memegang peran penting dalam kemunculan gaya belajar seseorang. Maksudnya, gaya belajar ditentukan oleh sejauh mana orang tua melakukan stimulasi terhadap masing-masing indra anaknya (Edward, Caroline, 2009:45-46). 
Berdasarkan hal tersebut, Rumah Belajar Weka Naila merupakan sebuah sarana untuk mengoptimalkan kecerdasan anak, dengan  menyesuaikan gaya belajar yang dimiliki anak. Pengajar (Tentor) merupakan fasilitator yang mengajar dengan memperhatikan gaya belajar yang dimiliki anak. Pengajar (Tentor) selain melakukan observasi selama anak belajar di Rumah Belajar Weka Naila, juga menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua. Disini anak berusaha untuk tidak jenuh saat belajar, namun juga dapat menguasai materi sekolah sesuai kurikulum saat ini. Hal yang sama juga diterapkan dalam Rumah Belajar Indonesia.


The Magic of Fingers

Program Unggulan Jarimatika

Rumah belajar Weka Naila selain bertujuan untuk membentuk insan yang tekun dan berkualitas, juga memberikan fasilitas metode menghitung cepat arimatika dengan nama Program Unggulan Jarimatika. Jarimatika merupakan cara menghitung menggunakan jari tangan dengan teknik tertentu.

Jarimatika yang kami tawarkan sangat cocok untuk anak TK dan SD, yang sulit dalam pelajaran menghitung. Dengan teknik yang dipopulerkan oleh Lembaga Putra Bangsa yang berada di Kota Malang, serta difasilitasi oleh modul khusus jarimatika menambah pengetahuan dan ketangkasan anak dalam menghitung cepat.

Jarimatika memiliki jargon nama "Jari Ajaib". Jarimatika juga memiliki yel-yel sebagai berikut:
Salam Jari Ajaib

tangan kanan untuk satuan
tangan kiri untuk puluhan
digoyang-goyang
menari-nari
Yes Yes OK